Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Gelar Aksi di Bandung, Desak Panglima TNI Usut Tuntas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

INDONESIA NEWS 24

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:50 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: AKSI SIMBOLIK ALIANSI MAHASISWA ANTI MAHAFIA HUKUM DI TAMAN DAGO

BANDUNG – Gelombang protes terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus meluas hingga ke Kota Kembang.

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum menggelar aksi massa di Bandung untuk mendesak Panglima TNI bertanggung jawab penuh dan memastikan aktor intelektual di balik peristiwa tersebut segera ditangkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum, Muhammad Ramdan S, yang memimpin langsung jalannya aksi, menegaskan bahwa kasus ini adalah ujian bagi penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, tindakan keji tersebut tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan.

“Kami turun ke jalan di Bandung hari ini untuk menyuarakan bahwa keadilan bagi Andrie Yunus adalah harga mati. Kami menuntut agar pemberi perintah atau aktor intelektual di balik penyiraman ini diseret ke meja hijau,” ujar Muhammad Ramdan S di sela-sela aksi, Sabtu (28/3/2026).

Tuntutan Tegas di Hadapan Publik
Dalam orasinya, Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum menyampaikan empat poin sikap mendasar sebagai bentuk tekanan terhadap otoritas terkait:

1. Usut Tuntas Aktor Intelektual: Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih dan harus menjangkau pihak yang merencanakan serta mengendalikan aksi dari balik layar.

2. Proses di Peradilan Umum: Mendesak agar seluruh tersangka, tanpa terkecuali, diadili di peradilan umum guna menjamin transparansi dan menghindari potensi konflik kepentingan.

3. Pembentukan TPF Independen: Mendorong pembentukan Tim Pencari Fakta yang melibatkan masyarakat sipil dan akademisi agar kronologi serta motif peristiwa terungkap secara objektif.

4. Momentum Reformasi TNI: Mendesak percepatan reformasi di tubuh TNI untuk memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, dan netralitas institusi.

Cerminan Ancaman Keselamatan Publik

Aliansi menilai bahwa jika aktor intelektual dalam kasus ini tidak segera diadili, maka hal serupa dapat menimpa siapa pun di masa mendatang. Penggunaan air keras sebagai alat intimidasi dianggap sebagai tindakan yang sangat melanggar prinsip kemanusiaan.

“Peristiwa ini adalah cerminan ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat. Kami mendesak proses hukum yang akuntabel dan transparan. Jangan sampai ada pihak yang kebal hukum dalam kasus ini,” tambah Muhammad Ramdan S.

Aksi yang berlangsung di Bandung ini diakhiri dengan komitmen aliansi untuk terus mengawal kasus ini hingga seluruh pihak yang terlibat mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

(Redaksi)

Berita Terkait

Cipayung Sumedang Bangun Ruang Edukasi Aktivisme dan Serukan Dukungan Terhadap Andrie Yunus
RS Santosa Dituding Tolak Pasien karena BPJS Mati, Pihak Rumah Sakit Bela Diri
Pengacara Bobby Herlambang Siregar Soroti Ketidakadilan dalam Kasus H. Erwin
Pemerintahan Digital, Dedi Mulyadi Minta Laporan Anggaran Diunggah di Platform Sosial
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:01 WIB

Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak

Senin, 9 Maret 2026 - 17:49 WIB

Pengadaan Sapi Meugang Rp7,5 M Tanpa Penimbangan Disorot, Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Minta Aparat Hukum Usut Tuntas

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:08 WIB

Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:00 WIB