Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

INDONESIA NEWS 24

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:08 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Lebih dari satu bulan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh, luka akibat bencana itu ternyata belum benar-benar kering. Di Kabupaten Aceh Timur, khususnya di gampong-gampong terdampak banjir, keluhan warga terus bermunculan. Mereka mengaku masih berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu tidak hanya merendam rumah dan lahan pertanian warga, tetapi juga menyisakan persoalan serius dalam fase pemulihan. Hingga awal Januari 2026, sejumlah warga mengaku bantuan yang mereka terima belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandy, salah seorang warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih. Kepada Haris Nduru dari media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu, 7 Januari 2026, Dandy mengungkapkan bahwa warga saat ini menghadapi kesulitan besar akibat hilangnya peralatan dapur yang terbawa arus banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjelang bulan Ramadhan, yang paling kami butuhkan di sini adalah peralatan dapur. Hampir semua peralatan pecah belah di rumah kami rusak dan hanyut saat banjir tanggal 26 November lalu,” ujar Dandy.

Ia menjelaskan, banjir datang dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Air masuk ke rumah-rumah warga tanpa sempat diselamatkan, menghanyutkan piring, gelas, panci, wajan, hingga alat memasak lainnya. Akibatnya, hingga kini banyak keluarga terpaksa bertahan dengan peralatan seadanya atau saling meminjam.

“Bantuan sembako memang ada, tapi itu sifatnya habis pakai. Yang jadi persoalan, bagaimana kami memasak? Ramadhan sebentar lagi. Kebutuhan dapur justru makin besar,” ungkapnya.

Dandy menilai, kondisi tersebut mencerminkan bahwa penanganan pascabencana belum sepenuhnya menyentuh aspek pemulihan kehidupan warga. Ia berharap pemerintah tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga memastikan warga bisa kembali hidup normal.

Sorotan serupa datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Provinsi Aceh, Agus Suriadi. Dalam keterangannya kepada media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Agus menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi serius terhadap pola penyaluran bantuan pascabencana di Aceh Timur.

“Pemerintah jangan terus-menerus fokus pada bantuan logistik seperti sembako. Itu penting, tapi tidak cukup. Sekarang ini kita bicara soal pemulihan, bukan lagi sekedar tanggap darurat,” tegas Agus.

Menurutnya, keluhan warga terkait peralatan dapur merupakan persoalan nyata yang tidak boleh dianggap sepele. Agus secara terbuka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera mencari solusi konkret menjelang bulan Ramadhan.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Aceh Timur menyediakan bantuan berupa pecah belah dan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir 26 November 2025 lalu. Selain hunian yang layak huni, peralatan dapur ini sangat dibutuhkan, terutama saat bulan Ramadhan,” ujarnya.

Agus menilai, jika pemerintah terus mengabaikan kebutuhan tersebut, maka beban psikologis dan ekonomi warga akan semakin berat. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum ketenangan dan pemulihan batin, bukan justru menjadi masa penuh kecemasan akibat kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

“Jangan sampai warga hanya diposisikan sebagai objek bantuan sesaat. Negara harus hadir secara utuh, memastikan warga bisa hidup layak setelah bencana. Kalau peralatan dapur saja tidak ada, bagaimana mereka bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang?” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait rencana penyaluran bantuan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir. Sementara itu, warga di sejumlah gampong masih menunggu langkah nyata, berharap janji pemulihan pascabencana tidak berhenti sebatas data dan la (*)

Berita Terkait

Haris Nduru Merasa Dibohongi, Keterangan Kadis PUPR Aceh Timur Berubah soal Proyek Rp7,25 Miliar
Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
Pengadaan Sapi Meugang Rp7,5 M Tanpa Penimbangan Disorot, Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Minta Aparat Hukum Usut Tuntas

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:17 WIB

PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:33 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:07 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:44 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Rabu, 29 April 2026 - 14:23 WIB

Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026

Minggu, 12 April 2026 - 10:29 WIB

Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN

Jumat, 10 April 2026 - 13:06 WIB

Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 15:57 WIB