ACEH TENGGARA — Pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 di Desa Rikit Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai menjadi sorotan warga. Pasalnya, masyarakat mempertanyakan realisasi anggaran dana darurat bencana sebesar Rp20.000.000 yang disebut-sebut telah dialokasikan dalam anggaran desa.
Persoalan ini mencuat setelah Desa Rikit Bambel beberapa kali dilanda banjir. Namun, menurut keterangan salah seorang warga, hingga kini masyarakat belum melihat adanya tindakan maupun bantuan darurat yang bersumber dari anggaran tersebut ketika bencana banjir terjadi.
“Yang kami pertanyakan, kapan dana darurat bencana yang bersumber dari Dana Desa itu direalisasikan? Desa kami sudah berulang kali dilanda banjir, tetapi kami belum melihat adanya tindakan dari kepala desa terkait penggunaan anggaran tersebut,” ujar seorang warga berusia 38 tahun yang meminta identitasnya dirahasiakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga tersebut menilai transparansi penggunaan anggaran sangat penting, terlebih dana darurat bencana seharusnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara segera melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa Rikit Bambel, khususnya anggaran darurat bencana senilai Rp20 juta tersebut.
“Kami berharap Bapak Inspektorat segera mengaudit desa kami. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.
Desak Transparansi dan Pemeriksaan
Masyarakat berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perencanaan, penggunaan, serta realisasi anggaran darurat bencana Tahun 2026.
Apabila anggaran tersebut telah direalisasikan, pemerintah desa diharapkan dapat menjelaskan bentuk kegiatan, penerima manfaat, serta bukti pertanggungjawabannya kepada masyarakat.
Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara diharapkan dapat menindaklanjuti keluhan warga melalui pemeriksaan sesuai kewenangan dan mekanisme pengawasan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai realisasi anggaran tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan belum merupakan hasil pemeriksaan resmi. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Kepala Desa Rikit Bambel maupun pihak terkait guna memperoleh penjelasan berimbang.




























