JAKARTA, 1 JULI 2026 | Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI) memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., atas kepedulian dan empati yang ditunjukkan terhadap bayi perempuan yang ditemukan terlantar di kebun jagung Desa Sekarsuli, Kabupaten Klaten.
Ketua Umum DPP LPPI, Dedi Siregar, menilai langkah cepat Kapolres Klaten bersama Bhayangkari Cabang Klaten yang mengunjungi bayi tersebut di Rumah Sakit Tegalyoso pada Senin (29/6/2026) atas kepedulian dan empati yang ditunjukkan dalam penanganan kasus bayi terlantar di Kabupaten Klaten. Sikap cepat dan penuh rasa kemanusiaan yang ditunjukkan Kapolres bersama jajaran Polres Klaten serta Bhayangkari dinilai sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang humanis dan berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi sikap empati yang ditunjukkan Kapolres Klaten. Keputusan untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan bayi sebelum melakukan proses penyelidikan merupakan langkah yang sangat tepat. Inilah sosok pemimpin yang mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Dedi Siregar.
Menurut Dedi, tindakan Kapolres Klaten yang memastikan secara langsung kondisi kesehatan bayi sekaligus memberikan dukungan kepada tenaga medis merupakan bentuk kepedulian yang patut menjadi teladan bagi seluruh aparat penegak hukum di Indonesia.
Berdasarkan keterangan tim medis, kondisi bayi saat ini telah stabil setelah menjalani perawatan intensif akibat sejumlah luka yang ditemukan saat pertama kali dievakuasi. DPP LPPI berharap proses pemulihan kesehatan bayi dapat berjalan optimal hingga benar-benar pulih.
Dedi Siregar juga mengapresiasi sinergi yang dibangun Polres Klaten bersama Dinas Sosial, Rumah Sakit Tegalyoso, serta instansi terkait dalam memenuhi seluruh kebutuhan medis dan perlindungan bagi bayi tersebut selama masa perawatan.
“Kolaborasi lintas instansi seperti ini menunjukkan hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kepada warga, khususnya anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang patut diapresiasi,” katanya.
Kami mendukung penuh langkah Polres Klaten dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Menurut Dedi, penyelidikan yang dilakukan untuk mengungkap identitas pihak yang tega meninggalkan bayi di tengah persawahan harus berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami percaya Polres Klaten mampu mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Di sisi lain, kami juga berharap bayi tersebut mendapatkan perlindungan, kasih sayang, serta masa depan yang lebih baik setelah melewati peristiwa yang memilukan ini,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, bayi perempuan tersebut ditemukan warga dalam kondisi tanpa pakaian di tengah kebun jagung Desa Sekarsuli. Warga segera melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan awal sebelum bayi dibawa menggunakan ambulans desa ke Rumah Sakit Tegalyoso untuk mendapatkan penanganan medis.
Kami menilai respons cepat Kapolres Klaten beserta seluruh jajarannya menjadi bukti nyata bahwa Polri terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepedulian terhadap keselamatan jiwa, khususnya anak-anak, merupakan cerminan pengabdian Polri yang layak mendapatkan apresiasi dari seluruh elemen bangsa. (RED)




























