Enam Bulan Kasus Dugaan Penipuan Diperam, Polrestabes Medan Buang “Bola Panas” Ke Polda Sumut, Korban Minta Kapolda Sumut Segera Tangkap Mamak Maling Yang Meresahkan !!!

INDONESIA NEWS 24

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:10 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Penanganan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan ke Polda Sumatera Utara menuai sorotan. Setelah sempat dilimpahkan ke Polrestabes Medan, laporan tersebut disebut tidak menunjukkan perkembangan selama hampir enam bulan sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke Polda Sumut. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kepastian hukum yang dinanti pelapor.

Kasus ini berawal dari aksi pencurian yang terjadi pada 22 September 2025 di sebuah toko di wilayah Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu, korban yang sudah membuat laporan resmi disuruh penyidik Polsek Pancur Batu untuk menangkap para pelaku pencurian yang saat ditangkap mengeluarkan pisau. Namun, di tengah proses hukum yang berjalan, korban justru dilaporkan oleh keluarga pelaku atas dugaan penganiayaan ke Polrestabes Medan.

Demi mengakhiri konflik, pada 3 Desember 2025, kedua belah pihak sepakat berdamai. Kesepakatan itu dituangkan dalam dua surat perdamaian yang ditandatangani bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat pertama diserahkan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam sebagai bentuk perdamaian antara korban dan terdakwa pencurian. Dalam Putusan Nomor 1914/Pid.B/2025, majelis hakim mencantumkan perdamaian tersebut sebagai salah satu hal yang meringankan hukuman para terdakwa. Menurut pihak keluarga pelapor, tuntutan yang semula diperkirakan sekitar tujuh tahun berujung pada vonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Sementara itu, surat perdamaian kedua dibuat dengan tujuan agar laporan terhadap korban yang sedang diproses di Polrestabes Medan dicabut oleh pihak keluarga pelaku.

Namun, menurut pihak pelapor, setelah manfaat perdamaian diperoleh dalam persidangan, janji untuk mencabut laporan tidak pernah direalisasikan. Berbagai alasan disebut disampaikan hingga akhirnya kesepakatan tersebut tidak dijalankan.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan orang tua terdakwa ke Polda Sumut atas dugaan tindak pidana penipuan. Laporan itu kemudian dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

Yang menjadi sorotan, menurut keluarga pelapor, laporan tersebut tidak menunjukkan perkembangan selama sekitar enam bulan. Alih-alih naik ke tahap penyidikan, berkas perkara justru dikembalikan lagi ke Polda Sumut dan hingga kini disebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami hanya meminta orang tua maling itu segera ditangkap dan diproses.di melaporkan korban pencurian 3 bulan sudah jadi tersangka, kenapa kami melaporkan dia sudah enam bulan laporan kami tidak diproses, atau jangan jangan dia dilingundi atau dia kebal hukum,” ujar pihak keluarga. 4 Juli 2026

Selain laporan dugaan penipuan, keluarga korban juga mengaku telah membuat laporan dugaan fitnah ke Polsek Pancur Batu. Namun, menurut mereka, laporan tersebut hingga kini juga belum menunjukkan perkembangan.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan keseriusan penanganan perkara. Mereka bahkan menduga adanya intervensi oknum tertentu yang menghambat proses hukum saat perkara masih ditangani Polsek Pancur Batu. Dugaan tersebut, hingga kini, belum mendapat tanggapan maupun pembuktian dari pihak kepolisian.

Keluarga berharap Kapolda Sumut dan Wakapolda Sumut memberikan perhatian serius terhadap perkara tersebut, memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Sumatera Utara maupun Polrestabes Medan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelimpahan kembali laporan tersebut maupun perkembangan penanganan perkara dimaksud. Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(*)

Berita Terkait

Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar Walillahilhamd, Ferdy Sanjaya Sembiring Tebar Keberkahan Idul Adha dengan Menyembelih 19 Sapi dan 2 Kambing untuk Masyarakat
Ketua Laskar Gibran Sumut Samson Sembiring Bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Binjai, Bahas Penguatan UMKM
Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62
Ikrar Bebas Narkoba dan HP Digelorakan, Kakanwil Ditjenpas Sumut: Perubahan Dimulai dari Hal Kecil
Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Keluarga Korban yang Dijadikan Tersangka: Kami Diminta Redam Berita, Tapi Tak Ada Kepastian
Dugaan Penipuan dan Penggelapan di PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Minta Perlindungan Hukum Maksimal

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:39 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:56 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:36 WIB

Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:16 WIB

Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:21 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:47 WIB

Tiga Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Sabu dan Alat Hisap Disita

Berita Terbaru